resesi global covid-19 corona

Corona Picu Resesi Ekonomi Global?

Virus corona memberikan dampak buruk di sekian banyak sektor bisnis yang melumpuhkan banyak karyawan sebagai mesin penggerak perusahaan.

Sekarang, telah banyak perusahaan menutup kantornya demi mengurangi penyebaran virus pandemi ini yang akan berakibat pada kurangnya keefektifan performa pekerja.

Tragedi virus telah mewabah dalam periode lama dan menakutkan bagi sejumlah umat manusia ini, sehingga memiliki dampak pada harga barang-barang kebutuhan yang mengalami kenaikan drastis sebab permintaan pasar yang sangat tinggi.

Baca juga: Cegah Corona dari Rumah

Pemerintah Italia sendiri telah menutup negaranya dalam sebulan untuk menjaga masyarakatnya. Virus ini telah memotong GDP 10% – 15% dari biasanya yang berdampak pada kemerosotan pendapatan negara dari berbagai sektor. 

Banyak ahli ekonomi memberi peringatan dini akan terjadinya resesi dalam waktu dekat ini. Tidak menutup kemungkinan Virus Pandemi berdampak kepada PHK besar-besaran dari sejumlah perusahaan karena kurangnya pemasukan, akibat jalur ekonomi global berhenti secara bersamaan.

Lalu, apa yang harus kita lakukan sebagai pekerja kantoran di perusahaan swasta untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan?

Meningkatkan performa kerja kita saja tidak cukup untuk saat ini, karena rantai bisnis dunia sudah terinfeksi virus Corona Pandemi.

Ada untungnya bagi mereka yang telah memulai investasi sejak awal, sehingga pemasukan keuangan mereka tidak hanya berpatokan pada gaji kerja. Mereka sudah mempunyai persiapan untuk apapun yang terjadi kedepannya. Mereka mengerti bahwa akan ada masa darurat mereka yang tidak bisa dikendalikan dengan sendirinya, seperti masa-masa seperti ini. Mereka tau bahwa ekonomi tidak hanya bergantungan pada keuangan sendiri, namun akan merasakan cipratan krisis ekonomi yang tidak dapat diketahui kapan tibanya.

Instrumen investasi seperti apa yang aman ketika terjadinya resesi?

Para ekonom berpendapat bahwa tidak semua investasi dapat menjamin keamanan di saat kemerosotan ekonomi, karena bisnis yang dilakukan oleh sebuah perusahaan sejatinya juga mendapatkan dampak besar dari krisis tersebut, seperti investasi saham, reksadana, dan lainnya.

Dari beberapa keuntungan dalam berinvestasi emas, yang paling disukai masyarakat adalah tingkat likuiditasnya yang tinggi, sehingga dapat membantu dalam pencairan kapanpun kita memerlukan uang. Tidak heran jika banyak dari kita sekarang menjadikan emas sebagai pilihan utama dalam berinvestasi.

Selain itu, ada juga pilihan berinvestasi yang memiliki jaminan aset karena dinilai lebih aman dengan harga jual lebih tinggi di masa yang akan datang, seperti investasi dalam industri properti. Industri ini memiliki aset nyata (real asset) dengan harga jual yang berlipat-lipat di kemudian hari. Banyak investor besar menyarankan untuk mulai berinvestasi di bidang ini, karena kemungkinan dalam kerugian yang sangat kecil, terlepas dari cara kita memilih properti dengan faktor yang mendukung harga properti tersebut.

Robert Kiyosaki menyetujui bahwa investasi di properti merupakan salah satu investasi aman untuk membangun aset pribadi dalam kondisi apapun. Terlepas dari jumlah uang yang diinvestasikan sebagai modal awal, Kiyosaki juga menyarankan bahwa setiap orang dapat memulainya dengan jumlah yang sangat kecil.

Thanks to technology, sekarang sudah ada peer-to-peer lending (P2P) yang penyaluran pembiayaannya untuk pengembangan properti. Sudah tidak perlu khawatir lagi, bagaimana mengamankan uang yang tidak begitu banyak pada bisnis properti.

Baca Juga: Apa itu Peer-to-Peer Lending?

P2P lending memberikan kemudahan dalam berinvestasi dalam jumlah kecil, namun tetap memiliki jaminan aset nyata untuk keamanan pengembalian modal dan bagi hasilnya. Tanpa perlu melihat produk properti secara langsung, platform P2P telah melakukan analisa dan credit scoring dengan sangat ketat sebelum kita memilih untuk memberi pembiayaan pada proyek properti apa.

Platform P2P mengaplikasikan konsep patungan dalam pengumpulan dana untuk satu tujuan khusus. Maka dari itu, tidak perlu menunggu modal banyak untuk berinvestasi dalam properti dan terlebih pengembalian bisa lebih cepat dibanding kita harus membeli properti lalu menjualnya kembali. Terlebih di saat meluasnya virus Covid-19 ini, kita dapat berinvestasi kecil-kecilan tapi aman hanya dari rumah melalui platform website P2P.

Cari tau lebih lanjut cara kerja Peer-to-peer lending untuk pembiayaan properti di www.ethis.co.id

Like