#EthisEdu: Penjelasan Peer-To-Peer Lending

Berawal dari aktivitas simpan pinjam untuk pembiayaan modal usaha di koperasi hingga ke bank, kini inovasi peer-to-peer financing atau biasa disingkat sebagai P2P financing telah menjamur di Indonesia. Sama seperti lainnya, P2P financing juga memiliki aktivitas utama dalam pinjam meminjam uang untuk permodalan usaha. Dalam tulisan ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang apa saja hal-hal yang mendasar dari penamaan P2P financing dan proses kerjanya.

Apa itu Peer-to-peer financing?

Pada dasarnya, peer-to-peer (P2P) merupakan salah satu jenis jaringan komputer yang menjadikan komputer tetap terhubung satu sama lain di jaringan tersebut. Komputer-komputer tersebut dapat bertindak sebagai client maupun server secara bergantian atau bersamaan. Fitur yang sangat dikenal adalah file sharing; komputer A berperan sebagai klien untuk mengambil file dari komputer B sebagai servernya, atau sebaliknya. Di jaringan ini, masing-masing komputer yang terhubung bisa saling berbagi, mencari dan mengunduh file yang diinginkan tanpa perantara karena jaringan yang sudah dibentuk.

P2P basic system lending
Komunikasi antar komputer di sistem p2p

Selain itu, peer-to-peer, secara bahasa, berarti antara sesama (dari individu ke individu lainnya / person to person) tanpa perantara. Ini menjadi hal yang sangat mendasar dari konsep P2P pada jaringan komputer bahkan industri keuangan juga telah memakainya seperti peer-to-peer financing ataupun lending. Istilah tersebut dibawa untuk mempermudah dan mempercepat aktivitas keuangan, khususnya dalam hal pinjam meminjam uang untuk pembiayaan modal usaha. Financing yang berarti pembiayaan merupakan salah satu aktivitas keuangan yang dapat difasilitasi oleh peer-to-peer tersebut. Perusahaan P2P financing biasanya mengumpulkan dana melalui platform internet yang telah dibuat dan menyalurkan pembiayaan tersebut ke penerima pembiayaan sesuai dengan modal yang dibutuhkan.

Cara kerja P2P financing platform

Perusahaan P2P financing merupakan penyelenggara pembiayaan suatu permodalan usaha yang menggunakan platform internet atau website khusus untuk mempertemukan antara pemberi pembiayaan dan penerima pembiayaan. Disini, perusahaan tersebut tidak kurang seperti marketplace yang mempertemukan dua peran penting tersebut di sebuah website yang sudah dibangun. Adapun beberapa komponen yang memiliki peran-peran penting di website P2P financing adalah

  1. Penyelenggara / Platform pembiayaan peer-to-peer

Platform peer-to-peer merupakan penyelenggara utama yang harus mengikuti peraturan OJK 77 tahun 2016. Menurut regulasi, kegiatan usaha yang dapat dilakukan oleh penyelenggara ini adalah menyediakan, mengelola dan mengoperasikan Layanan Pinjam Meminjam Uang / Pembiayaan berbasis teknologi dari pihak Pemberi pembiayaan kepada pihak Penerima pembiayaan yang sumber dananya berasal dari pihak Pemberi pembiayaan. Di sini, dapat kita simpulkan bahwa penyelenggara hanyalah menjadi sebagai mediator yang mempertemukan kedua pihak dalam sebuah platform internet, baik website maupun aplikasi.

Untuk beroperasi di Indonesia, P2P lending ataupun financing perlu mendapatkan legalitas dari OJK dan Kominfo dan juga beranggota di Asosiasi Fintek Pendanaan Indonesia (AFPI) serta Asosiasi Fintek Syari’ah Indonesia (AFSI) untuk P2P financing yang berbasis keuangan syari’ah. Legalitas dan keanggotaan tersebut sangat diperlukan untuk keamanan pengguna platform baik pemberi pembiayaan dan penerima pembiayaan. 

2. Penerima Pembiayaan

Dalam perusahaan P2P, aktivitas pembiayaan dimulai dari adanya penerima pembiayaan yang memerlukan dana untuk pengembangan usahanya dalam hal produksi, operasional, atau lainnya. Sesuai POJK 77 tahun 2016, penerima pembiayaan merupakan orang atau badan hukum yang mempunyai pembiayaan yang harus dibayar karena perjanjian Layanan Pembiayaan Uang Berbasis Teknologi Informasi. Contohnya, sebuah UMKM yang menjual sembako membutuhkan dana 20 juta rupiah untuk pembelian stok beras untuk dijual. Di sini, UMKM sebagai penerima pembiayaan yang mengajukan permohonan pembiayaan kepada penyelenggara P2P financing untuk mendapatkan pembiayaan.

Dalam hal pembiayaan, pihak penerima wajib mengikuti syarat-syarat yang ditentukan oleh platform P2P untuk mendapatkan pembiayaan yang bersumber dari komunitas pemberi pembiayaan. Penyelenggara sebagai mediator membuat kesepakatan untuk angka keuntungan yang akan dibagikan kepada para kontributor pembiayaan nantinya.

3. Pemberi Pembiayaan

Individu atau institusi yang ikut berkontribusi dalam pembiayaan pada penyelenggara peer-to-peer financing dinamakan sebagai pemberi pembiayaan. Mereka berhak memilih proyek untuk berkontribusi untuk pembiayaan melalui platform website atau aplikasi. Pemberi pembiayaan wajib membaca ketentuan yang berlaku dalam pembiayaan proyek yang dipilih seperti angka bagi hasil dan tingkat resiko, tenor pembiayaan, detail informasi penerima pembiayaan dan lain-lainnya sebagai bentuk pertimbangan kontribusinya.

Cara kerja fintech P2P lending
Alur kerja Peer-to-Peer Lending

Berikut cara kerja peer-to-peer financing:

A: Peminjam atau penerima pembiayaan mengajukan kebutuhan biaya (berupa proposal) yang diperlukan kepada perusahaan peer-to-peer lending/financing.

B: Tim analis dari P2P financing/lending akan menganalisa kelayakan pengajuan berdasarkan scoring system yang berlaku di masing-masing perusahaan P2P. Ini akan menentukan diterima atau tidaknya untuk dipenuhi pembiayaannya.

C: Ketika proposal sudah dianalisa dan diterima untuk proses pembiayaan, kebutuhan dana akan dipublikasikan di website P2P untuk pengumpulan dana dari pendana atau pemberi pembiayaan yang terdaftar di website.

D: Dana akan disalurkan langsung kepada pengaju pembiayaan untuk kebutuhan bisnis atau usahanya dengan tenor yang ditentukan melalui kesepakatan awal.

E-G: Ketika sudah mencapai tenor, pengaju wajib mengembalikan dana pembiayaan dan bagi hasil yang disepakati kepada para kontributor pembiayaan proyek atau kampanye tersebut melalui perusahaan/website P2P.

Like