Tips Pendanaan Aman di P2P lending

Belum Yakin dengan Instrumen Investasi ini? Tips Aman Beri Pendanaan di P2P

Statistik Fintech Lending OJK menyatakan bahwa sudah ada 164 penyelenggara peer-to-peer lending di Indonesia, dan masih diperkirakan akan terus bertambah mengingat dampak positif dalam kemudahan layanan keuangan untuk masyarakat. Industri Fintech Lending dinilai mampu menjangkau masyarakat hingga yang berstatus unbankable.

Konsep yang memberikan dampak positif pada sosial ini, mencuri perhatian masyarakat lainnya untuk menjadi lender sebagai media alternatif untuk berinvestasi dengan modal rendah. Secara tidak langsung, industri P2P mengajak masyarakat Indonesia untuk membantu Penerima Dana (Borrower) dan berkontribusi untuk Indonesia. Apakah kamu juga tertarik untuk mencoba berkontribusi pada sosial sekaligus mendapatkan keuntungan?

Walaupun P2P memberikan kesempatan untuk berinvestasi dalam modal kecil, kamu juga harus tau beberapa tips yang harus diaplikasikan ketika memberi pembiayaan di platform peer-to-peer lending. Berikut tips dasar yang harus kamu ketahui:

1. Perhatikan legalitas perusahaan

Hal yang harus diperhatikan pertama kali sebelum menaruh uang kamu pada suatu tempat adalah memastikan keamanan tempat tersebut. Di Indonesia, industri P2P diatur dan diawasi oleh OJK dan Kominfo untuk segala aktifitas yang terkait pada transaksi keuangan dan penggunaan sistem informasi.

Cek selalu di sini informasi terbaru untuk fintech lending yang berizin dan terdaftar di OJK.

Jangan khawatir untuk mencoba hal baru selagi kita tetap memperhatikan legalitas perusahaan yang terpercaya.

2. Ketahui jenis Peer-to-Peer Lending

Cara pilih p2p lending aman

Banyak dari kita lupa untuk memperhatikan perbedaan antara fintech lending satu dengan yang lainnya dengan hanya melihat arah penyaluran dananya saja.

 

Secara umum, industri P2P lending dibagi menjadi dua, yaitu produktif dan konsumtif.

 

Produktif: P2P lending ini fokus pada pendanaan bagi para pemilik usaha, dari usaha kecil hingga yang besar sekalipun seperti UMKM, pertanian, peternakan, hingga property. Platform jenis ini sangat mengandalkan jaminan dari badan usaha yang mengajukan pinjaman dan memberikan pilihan bagi hasil dari bisnis yang dijalankan sebagai keuntungan yang bisa dinikmati oleh para pendana.

 

Berbeda dengan konsumtif, peminjam dana adalah perseorangan yang membutuhkan dana untuk membeli sesuatu yang mendadak atau yang dibutuhkan. Dana pinjaman dikembalikan bersama bunga sebagai bentuk keuntungan bagi para pemberi dana.

3. Diversifikasi

Kalau kamu tau bahwa skill diversifikasi sangat penting dalam berinvestasi, maka perusahaan P2P lending memberikan kesempatan itu melalui platformnya.

 

Fintech lending biasanya menyediakan lebih dari 1 proyek pendanaan dengan berbagai skema pembayaran yang berbeda. Sebagai pendana, kita bisa menggunakan kesempatan ini sebagai diversifikasi kita untuk mempelajari pemilik proyek mana yang memiliki tingkat resiko rendah.

4. Pahami Detail Proyek dan Pemilik Proyek

Tingkat konsiderasi tinggi memang wajar muncul ketika ingin memberikan pendanaan di suatu proyek karena tidak mengenal pasti kredibilitas pemilik proyek. Tapi, fintech lending selalu menyediakan informasi detail tentang pemilik proyek bahkan proyek itu sendiri.

Cara pilih p2p lending aman

Kenali lebih dalam dengan mempelajari proyek tersebut dari segi keuntungan, resiko, jaminan, durasi proyek, dan lainnya.

5. Pantau Pendanaan

Memiliki akses untuk memantau proyek pendanaan adalah satu keistimewaan yang didapatkan oleh pendana. Contohnya di platform Ethis, pendana proyek properti sekarang dapat memantau proyeknya sendiri untuk mengetahui status proyek dan jadwal pengembalian serta keuntungan dari proyek tersebut.

Transparansi ini merupakan satu hal penting yang perlu dipertimbangkan oleh pendana ketika memilih platform yang sesuai untuknya. Pilihlah platform yang bersifat transparan dalam pelaporan keuangan untuk rasa aman dan nyaman bagi kamu sebagai pendana.

6. Putar Kembali Hasil Pendanaan

Sudah mendapatkan keuntungan dari pendanaan kamu? Putar kembali hasilnya di pendanaan selanjutnya untuk hasil yang lebih maksimal. Terlebih jika kamu menemukan proyek baru dari pemilik yang kamu dapatkan keuntungan sebelumnya.

Tips sederhana di atas sangat sesuai bagi kamu yang sedang mempelajari lingkungan P2P lending. Tidak perlu takut untuk memulai jika kamu sudah mengetahui hal-hal penting dan mendasar dari konsep fintech lending.


Untuk memulai pendanaan yang maksimal, kamu bisa mulai bersama Ethis yang bekerja sama dengan mitra developer properti kredibel dengan jaminan aset nyata. Ethis juga menyediakan laporan yang transparan untuk informasi penjualan unit dan transaksi lainnya. Mulai pembiayaan P2P Lending kamu di Ethis dengan rasa aman dan nyaman!

Like